Mei 29, 2012

Sibuknya Ujian Nasional

Beberapa saat yang lalu antara bulan April sampai awal bulan Mei dunia pendidikan di Indonesia disibukkan dengan adanya Ujian Nasional. Suatu hajatan besar dunia pendidikan di Indonesia yang menjadi momok besar dan menakutkan bagi para orang tua dan para pelajar. Namun disamping itu, tahukah anda bahwa "Hajatan" tersebut ternyata selain menelan dana yang tidak sedikit ternyata banyak sekali orang-orang yang terlibat di dalamnya baik yang secara langsung maupun tidak langsung. Siapakah mereka ?


1. Pejabat Pendidikan
Dalam hal ini pejabat pendidikan berarti mereka yang berwenang terhadap terselenggaranya pendidikan di Indonesia seperti Kemendikbud, Kemenag, dan kepala dinas terkait di tingkat provinsi sampai tingkat kabupaten kota. Mereka disibukkan dengan mengurus beberapa hal seperti pendistribusian soal, pengawasan, pembuatan soal, dll.

2. Guru
Saat-saat menjelang Ujian Nasional membuat para guru sibuk mengatur jadwal kerja mereka. Khususnya mereka yang mengajar siswa kelas terakhir di tingkat masing-masing. Selain sibuk mengatur jadwal pelajaran tambahan, mereka juga disibukkan jadwal bimbingan diluar pelajaran seperti bimbingan rohani, psikologis, dsb. Agar siswa memiliki pengetahuan yang cukup baik dari segi jasmani, rohani, maupun mental mereka.

3. Siswa
Mungkin inilah satu-satunya yang paling sibuk, yang paling khawatir dan gelisah ketika Ujian Nasional datang. Kenapa ? karena mereka menyiapkan ini dalam waktu yang cukup lama untuk siswa SMP dan SMA dalam hal pengetahuan mereka telah mempersiapkannya selama 2 tahun lebih, sedang untuk siswa SD mungkin hanya 1 tahun karena materi yang diujikan relatif sedikit dan agak longgar. Selain itu mereka juga menyiapkan mental dan jiwa mereka. sehingga banyak dari mereka yang melakukan hal-hal aneh seperti mengunjungi makam keramat, pergi ke dukun atau paranormal untuk meminta jimat, pergi ke pemuka agama masing-masing untuk meminta doa, dan bangun setiap malam untuk meminta petunjuk dari Tuhan dan lebih intensif dalam beribadah (bagi yang beragama Islam), dll. Bahkan mereka juga masih sempat mengikuti les di luar sekolah samapi 2 minggu sebelum ujian. Dan ini mungkin yang aga sedikit frontal, nekat dan penuh resiko, yaitu mencari kunci jawaban Ujian Nasioanl.

4. Orang Tua
Meskipun jarang sekali terjun secara langsung memberi tambahan pelajaran, namun peran orang tua sangat penting dalam Ujian Nasional. Biasanya para orang tua akan semakin intensif memantu proses belajar anaknya sekitar 3 bulan menjelang Ujian Nasional. Pada saat-saat seperti itu mereka akan lebih protektif kepada anak mereka  seperti membatasi waktu bermain, nungguin belajar, dsb. Namun di sisi lain mereka juga disibukkan hal-hal yang secara tidak langsung juga berkaitan dengan Ujian Nasional, seperti lebih intensif dalam beribadah kepada Tuhan, ada juga yang pergi ke paranormal atau para tokoh agama meminta semacam jimat/doa untuk anaknya, bahkan yang paling nekat, berani dan bisa dibilang tidak tau malu ikut membantu anaknya mencari kunci jawaban agar anaknya bisa lulus lebih-lebih dengan nilai yang baik.

5. Dukun atau Paranormal
Entah darimana dan siapa pencetus ide semacam ini. Namun diakui atau tidak pada saat menjelang Ujian Nasional mereka juga tidak kalah sibuknya melayani para pasien mereka, yaitu para siswa yang akan menjalani Ujian Nasional. seperti halnya, meminta Jimat, memantrai alat tulis mereka, atau bahkan meminta agar para pengawas UN mendapat semacam guna-guna seperti mengantuk atau seolah-olah tidak bisa melihatnya ketika bertanya atau membuka kunci jawaban yang mereka bawa. oleh karena itu mau tidak mau, para dukun atau paranormal haraus memperpanjang waktu buka mereka dan menyiapkan jimat dan mantra yang akan diberikan.

6. Orang Lain
Orang lain dalam hal ini adalah para dokter baik untuk mengobati jiwa dan raga para murid, LSM baik yang bergerak dibidang survei, maupun yang membuka semacam lembaga pengaduan kecurangan UN, Dosen sebagai pengawas tambahan, dan mereka-mereka baik secara langsung ataupun tidak langsung ikut dalam penyelenggaraan UN.

Demikianlah dafatr orang paling sibuk ketika Ujian Nasional datang. Apakah yang mereka kerjakan baik atau tidak namun kerja keras mereka perlu diapresiasi karena bagaimanapun juga mereka semua adalah korban dari sebuah situasi dunia pendidikan yang masih mencari cara dan prosedur yang sesuai untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar